Warga Reteh Tuntut Penyelesaian Kasus Laka Laut

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Sejumlah warga yang berprofesi sebagai nelayan di Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, mendatangi Mapolsek Reteh, Selasa (28/11) pagi.

Kedatangan mereka, menuntut agar pihak Polsek Reteh, mengusut hingga tuntas kasus kecelakaan laut dengan korban jiwa Abdul Satar (55) di perairan Batang Gansal, Jumat (24/11) dini hari.

Awalnya dirilis bahwa kasus kecelakaan itu merupakan kecelakaan tunggal. Di mana pompong yang dikemudikan korban telah menabrak kayu sehingga korban terjatuh dan beberapa hari setelah itu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Dalam aksi demo itu, massa menyampaikan tenggelamnya kapal pompong nelayan ini sudah beberapa kali terjadi dengan melibatkan speed boat yang diduga membawa rokok ilegal. Hal itu jelas mengancam keselamatan nelayan.

‘’Kami mendesak pihak kepolisian mengusut hingga tuntas kasus kecelakaan ini. Karena hal ini sudah sering terjadi,” pekik salah seorang orator bernama Bayu.

Sepengetahuannya, kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Sebelumnya juga sempat menelan korban jiwa. Saat itu kedua belah pihak sepakat berdamai dengan kompensasi uang sagu hati sekitar Rp150 juta.

Menurut informasi yang santer yang beredar, tenggelamnya kapal pompong yang menyebabkan tewasnya Abdul Satar beberapa hari lalu adalah akibat tabrakan. Saat itu korban dan istrinya baru pulang melaut.

Oleh karena itu pihak keluarga dan masyarakat nelayan setempat meminta agar petugas kepolisian benar-benar mengusut kasus ini dengan tuntas. Sehingga kasus yang sama tidak sampai terulang kembali.

Sementara itu Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK MSi, saat dikonfirmasi Riau Pos, melalui sambungan selulernya membenarkan telah terjadi unjuk rasa di halaman Kantor Mapolsek Reteh, di Pulau Kijang

“Iya betul, unjuk rasa masalah laka laut yang terjadi,” jawab Kapolres.(ind)

Sumber : http://riaupos.co/167631-berita-warga-reteh-tuntut-penyelesaian-kasus-laka-laut.html#.WktylvTvHCM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *