Jamu Penunjang Ekonomi Keluarga

RetehOnline.com, Kehidupan ekonomi masyarakat reteh berjalan dengan pelan menuju perubahan-perubahan baru. Mulai dari sektor perkebunan, perdagangan, pertanian maupun industri rumah tangga.  Ekonomi masyarakat bermacam-macam mulai dari usaha kelompok sampai usaha individu.  Seperti usaha yang dilakukan oleh ibu Tarti, sebagai salah satu penjual jamu dilingkungan kota Pulau Kijang.

Dengan Jamulah ia dapat membantu keuangan keluarga, hingga membiayai kuliah putrinya.  Pada awal ia menjajakan jamu yakni sekitar tahun 1992 ia menggunakan konsep jamu gendong, namun setelah ada bantuan dari pejabat lingkungan pemerintah ia mendapat bantuan uang dan sepeda sehingga ia
beralih menjadi jamu bersepeda. Kini usaha menjual jamunya menjadi lebih ringan dikarenakan beban menggendong jamu tidak lagi didapatnya. Macam-Macam jamu yang ia jual dan jajakan yakni beras kencur, nafsu makan, kunyit asam, temu lawak, sirih, serta beberapa jamu bungkus seperti tolak angin, pegel linu dan asam urat.   Adapun daerah jualan jamu ibu Tarti yakni Jl. Persatuan, Jl. Industri, Jl. Kalimantan dan Sekitar , serta Penunjang depan SMPN 2 Reteh.  Waktu berjualan jamu dilakukannya setiap hari, hari senin, rabu, khamis, sabtu dan minggu dilakukan di Pulau Kijang sedangkan hari Selasa dan Jum’at dilakukan di Pulau Kecil dan Sekitar.  Tidak ada hari libur bekerja, kecuali sakit barulah ia tidak berjualan.  Namun
walaupun ia tidak memiliki hari libur namun pekerjaannya hanya dilakukan dari pukul tujuh pagi hingga tengah hari. 

Ada beberapa penjual jamu lain yang juga menjajakan jamu dari rumah ke rumah di lingkungan kota Pulau Kijang.  Masing-masing penjual jamu memiliki langganan-langganan tertentu, dan biasanya di bedakan per jalan-jalan yang dilaluinya.  Ada yang telah beralih ke penjual jamu bersepeda serta masih ada yang berjualan jamu menggunakan konsep jamu gendong.

Dengan berjualan jamu setiap harinya, kebutuhan keluarga dapat terpenuhi. Ibu Tarti mengaku memperoleh pendapatan Rp. 100.000 hingga Rp. 150.000 per hari.  Digunakan untuk modal membuat dan membeli jamu bungkus lagi, serta kebutuhan dapur keluarga.  Demi menambah penghasilan lebih bu Tarti juga menambah dagangan yang dijajakan berupa kripik-kripik jajanan.

Ketika ditanya tentang harapan dengan berjualan jamu ini ia menjawab semoga dengan berjualan jamu ini dapat menyekolahkan anak-anak hingga ke bangku kuliah dan menjadi pegawai negeri. “Ya, bisa nyekolahkan anak-anak sampai kuliah, syukur-syukur jadi pegawai negeri” Ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *